AdSense Page Ads

Wednesday, May 19, 2010

Cuma pengen bilang: Thanks for smiling at me :)

Saat sesi jalan santai (yang sehat) di taman dekat kantor, ktmu orang yang sama dua kali dan dua kali juga dia senyum saat melihat saya. Yeah, call me pathetic, tapi itu bener-bener make my day. Literally. Terdengar menyedihkan dan geer mampus? Nggak juga sih. Ga ada acara kenalan etc, just a simple smile, but by God it means a lot.

Mungkin saya terdengar gila, tapi menurut saya Jakarta adalah kota yang JAUH lebih ramah dibandingkan kota saya sekarang. So many smiles everywhere. Satpam yang jaga di gedung perkantoran, security di mall, orang-orang di jalan, kemanapun kita menoleh paling nggak ada seseorang yang tersenyum. Senyuman mereka palsu? Sangat mungkin sih, tapi seperti kata teman saya "Even though your lying by pretending to be happy when you're sad, in the end you'll be happy :) "

Senyum menurut saya adalah obat yang terbaik, paling efektif dan paling cepat bereaksi untuk menyembuhkan segala penyakit (jiwa). Senyum tuh mungkin bisa diibaratkan kortikosteroid untuk hati dan pikiran kita. Itulah kenapa sebenarnya makeup adalah obat bagi wanita, karena saat kita memakai makeup (especially blush on) kita dipaksa untuk tersenyum, dan itu benar-benar menolong perasaan kita, entah kita menyadarinya atau tidak. Tapi banyak, sungguh banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk bisa tersenyum. Basically anything that wil make you happy can induce that long awaited smile.

Contoh hal-hal yang bisa membuat saya tersenyum:
- anjing/kucing yang bermain dengan gembira dan dengan lucunya
- anak kecil yang bermain dengan sesamanya (tapi yang mainnya lucu ya, ga pukul-pukulan atau maki-makian)
- majikan dari hewan peliharaan tersebut/orang tua dari anak2 tersebut yang tersenyum balik ke saya, appreciate "kepositifan" saya terhadap yang mereka kasihi
- Orang-orang yang sedang latihan (capoeira, juggling, silat, etc) - saya kagum dengan orang-orang yang tekun!
- (Lirik) lagu yang sedang saya dengarkan
- baca garfield atau brewster rockit
- Mampu kelarin satu putaran jalan sehat tepat sebelum sunset
- Sunset itu sendiri

Basically, saya berusaha appreciate semua yang terjadi, dan tersenyum :). Hal tersebut membuat saya lebih loose dalam menghadapi hidup, lebih santai dan ga terlalu terbebani dengan segala masalah hidup (yang memang akan selalu ada). Ada yang bilang sama saya bahwa saya ga punya masalah, karena saya terus tersenyum dan terlihat bahagia. Well, got my own problem as well, tapi saya berusaha untuk bahagia aja. Hidup cuma sekali ini kok, jangan dibikin susah lah...

Lagipula kita ga tersenyum untuk kita sendiri. Seperti yang saya bilang di atas, senyuman kita bisa membantu orang lain, menularkan kebahagiaan buat mereka. Saat seseorang tersenyum kepada saya, saya merasa dihargai, ada maknanya, dan jelas, bahagia. Hari saya yang buruk bisa berubah jadi lebih baik, dan saya ngerasa dunia ga jelek-jelek amat kok, karena masih ada yang care dan peduli. Berlebihan? Mungkin aja hehehe... Tapi kita ga akan bisa senyum tulus ke orang lain kecuali kita memang care dan peduli sama mereka. Sekedar note, semua "senyuman" yang saya sebut di artikel ini maksudnya senyuman tulus ya, bukan senyuman tebar pesona ga jelas...

Kesimpulannya: saya ga peduli klo orang pikir saya aneh karena sering tersenyum. It makes me happy, and it can make other people happy, jadi.... Let's keep on smiling, shall we?!

Sunday, May 16, 2010

The Hatred

I hate him. I hate him with all my might. For what kind of person would purposely driven his own children against each other, turning mother and daughter into bitter enemy, and condemned his wife to eternal shame and grief?

All the psychology theory, psychiatry lecture and information have been applied to him, all the excuses and reasons to make him less evil than he is, but in the end, he's just plain evil, period. No one with conscience can do what he have done, and all the hideous deed was done only for his pleasure, for the sheer purpose of pointing all attention to him, for (in his mind) if everyone is against each other, he will be the sole winner and all attention will be drawn to him. And to think I love him once.

I have read several books in which the killer/victim was in joy upon knowing that the hated one has been eliminated. I used to think that it must be horrible to think like that, but today I share the sentiment. I love him so and I know I won't be able bring myself to hurt him, but nothing can be more relieving than to know that he has gone forever from me, from people he has hurt.

I know, my action and thoughts today are against what I have wrote in this blog, against all the positive attitude that I strongly endorsed. I also know that even i he is gone forever, life will go on and more difficulties will arrive. I know it all. But for today, just for today, let me pour this poison from my chest. Tomorrow I will smile again, and the day after tomorrow I will laugh again. The hatred will soon pass from my mind, until the time he strikes again. But for now, let me indulge myself in my viciousness, and pray for a day without The Hatred.

Friday, May 14, 2010

"You've got a friend..."

"You just call out my name
And you know wherever I am
I'll come running to see you again"
You've Got a Friend - James Taylor

A friend of mine just send me an SMS. Kedengerannya sih dia baik2 aja, tapi kok feeling saya ga enak ya? Like he's not entirely ok. Pasti banyak yang pernah ngalamin kya saya. Tau (atau menduga) bahwa teman/orang yang disayang ada masalah, tapi ga bisa bantu (banyak), atau bahkan ga bisa bantu apa-apa, apalagi kalau orang yang bersangkutan diam kya kerang. Gregetan atau bahkan panik sendiri ga sih jadinya?

Kalau dari sudut pandang orang yang ga bermasalah, kyanya wajar juga jadi kepikiran sama teman yang lagi bermasalah. Siapa sih yang pengen orang yang disayang/dipedulikan (care about) itu susah ato sengsara? Pasti sedih banget ngeliat dia sampai breakdown, dan kita sepenuhnya tau kalo kita ga bisa bantuin (banyak). Seringkali kita berusaha terlalu keras ngebantu mereka sampai jadinya malah interfere/ikut campur (*girls yg pernah punya temen dgn pasangan bastard pasti pernah di posisi ini hehehe). Nah kalau gini siapa yang salah?

Di sisi lain, walaupun kita punya hak untuk mencoba menolong, yang (ceritanya) mesti ditolong pun punya hak untuk nolak. Sebagaimana ada pasien yang menolak diobati dokter, ada orang-orang yang memang menolak untuk "dibantu". Alasan-alasan yang mungkin:
1. Karena ga mau ada yang ikut campur masalahnya. Ini mudah dimengerti dan wajar. Ada beberapa hal yang memang kita ga bisa tolong.
2. Karena sebenarnya dia pun ga (ngerasa) se-sengsara itu, cuma butuh ketenangan dan waktu untuk repair dirinya sendiri and he/she'll get back to normal soon. Limit manusia memang luar biasa, ada beberapa teman saya yang sanggup menghadapi hal2 yg benar2 sulit, and he/she still manage to get through and come out with a smile.
3. (Walaupun susah dipercaya), ada orang yang memang prefer untuk tenggelam dalam masalahnya sendiri, walaupun kita jadinya ikut nelangsa ngeliat dia susah. Ini yang susah, apalagi kalau sampai keluar kata-kata "kamu ga ngerti perasaan ku." Rasanya pengen jawab: Well, I'm trying to, that's why I'm here!

Jadi apa yang harus dilakukan kalau stuck sama kondisi begini? Ada temen saya yang berpendapat "Cuekin aja!". Bukan karena dia jahat, sebaliknya malah, menurut dia ada baiknya saya percaya sama teman saya, bahwa teman saya cukup kuat dan mampu menghadapi cobaan tersebut. In a way I think he's right :)

Tapi saya juga percaya kalau tiap manusia adalah utusan Tuhan, dan tangan kita yang terulur, siap menangkap atau meraih orang yang memerlukan adalah juga tangan Tuhan. Jadi yang bisa saya lakukan cuma (berusaha) menyampaikan bahwa saya ada disini untuk mereka, terserah mau disambut atau nggak, yang jelas saya disini. Ada beberapa orang yang saya yakin bisa gloriously survive apapun cobaannya, dan pasti akan cari bantuan kalau mereka memang menganggap itu perlu. Namun seperti halnya perjalanan Frodo dan Sam ke Mount Doom (Lord of the Ring), tahu ada orang yang bisa dipercaya dan ada buat kita itu adalah anugrah tersendiri lho.

Untuk orang-orang yang bermasalah: we love you! we really do! Kasih sayang itu lumayan langka lho di jaman sekarang, namun saya yakin tiap orang pasti ada paling nggak seseorang yang menyayangi, baik sebagai teman, kekasih, atau apapun. So yeah, sorry if it bothers you but your smile&happiness means a lot to us. Terima aja bro :)

Kedengarannya pandangan saya egois banget ya? Maksain ngebantuin orang, maksain orang untuk happy dan ga sedih. Dalam kenyataan akhirnya biasanya saya cuma bisa menghela nafas panjang saat orang yang saya sayang berada dalam kesulitan, dan walaupun terkadang menyakitkan banget ngeliat kondisi mereka, saya cuma bisa pasrah sama Tuhan, mendoakan yang terbaik untuk mereka, dan berbisik pelan " C'mon. You're gonna make it." And in almost all cases, they did make it :)

"Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I'll be there, yeah, yeah, yeah.
You've got a friend"

Search This Blog