AdSense Page Ads

Friday, December 24, 2021

Christmas Lights



#ChristmasLights

The Christmas lights were hanging prettily this evening. As the night grew darker, the balls of light seemed to be hanging there like ghoul fires so often told in my native tribe stories, or like magical floating bubbles straight out of the fairy tale. Either way, I was at peace. 

The holiday lights drive through was a part of my Christmas gift from my friend this year. I was envious and angry at the start of the drive, thinking of all the 'family' I was brought into and kicked out from during my previous relationships. All the things I loved and lost.

But this is the first Christmas in the US where I was no longer chasing shadows. Where I no longer go one party to another for fear of being alone. Where I no longer have to strive to make things perfect for a family that didn't accept me.

This year is a horrible year for me, even worse than when I got my divorce. I am still struggling with my self-worth, with my depression, with my newly reopened trauma that made a comeback as dramatic as the alien popping out of a guy's chest. Everything is on fire and I just want to curl and hide. I just want to be forgotten.

Yet everytime I seem to fall to my demise, my friends catch me. Even when they didn't know they did it. To them is merely appreciating someone they care for. To me it's a safety net that I can't break free from. Not that I ever want to break free.

The night was chilly but the lights were pretty. For the first time in so many months I can see my future again instead of being obscured in fog of self-doubt. I will be alright. I can walk again. I can do this.

Merry Christmas, love. Thanks for the gift of love and of life you all have given me.

Friday, December 17, 2021

The Sun Will Shine Again



Taylor Swift said:
"Never be so kind, you forget to be clever
Never be so clever, you forget to be kind"

I feel I am neither kind or clever right now. I wasn't clever enough to keep myself safe from harm's way. I wasn't kind enough on how I act with others. 

I guess this is what depression is all about. Reasoning and common sense don't apply anymore. You can have the world on a silver platter and you will still only taste ashes in your mouth. Nothing matters except the confusing fog in your head.

I have to focus, though. "I am unkind." Look at how warm the sunshine is. "I am a burden". Think of all the movies you are going to watch. "Nobody wants me." We have corsets and new dresses to wear, to flaunt.

Every time I gravitated toward the dark abyss, I have to remind myself to look toward the life I have. The light may not be able to completely remove the shadow, but it can reduce it substantially.

Yes, I am looking forward to go to museums. To watch Spiderman and Kingsman. To give holiday gifts like a madwoman. To hold each of you precious so close to me and whisper:
"Thank you for being here. Thank you for being the rope that prevent me from falling to my death. Thank you for being the light in my shadowy realm."

The sun will shine again in my mind. I promise myself that. It will.

Thursday, December 9, 2021

Rampok



Pemerkosaan itu pencurian, perampasan. Dan di semua kitab suci ditulis jangan merampok orang lain. Jangan mengambil hak orang lain. Tapi kita tetap jalan terus ya dengan membiarkan ini terjadi.

Mohon maaf sebesarnya mbak-mbak korban, karena kita semua gagal sebagai masyarakat. Sebagai negara bahkan, karena para pelaku tidak dihukum sepantasnya.

Mohon maaf mereka dibiarkan merampas kehormatan mbak-mbak sekalian, menempatkan mbak-mbak di posisi hina. Rusak sudah masa depan mbak-mbak sekalian, karena seumur hidup akan digunjingkan.

Mohon maaf untuk semua orang yang kehilangan rasa kemanusiannya. Atau mungkin memang tidak pernah ada? Hanya setan yang sanggup menertawakan dan menghina seseorang yang sedemikian terpuruknya. Ah, saya tidak boleh menjudge. Setan pun mungkin masih bisa berbelaskasihan. 

Konon salah kita ya mbak-mbak. Salah kita mau dibawa ke hotel. Salah kita mau diajak berduaan. Salah kita berpacaran. Salah kita punya badan yang mengundang. Salah kita pasangan orang jadi tidak setia. Semua salah kita. Titik.

Lalu bagaimana? Mungkin kita perempuan jangan hidup, begitu? Biar nggak jadi sumber setan konon. Para lelaki, bersatulah! Daripada kalian onani dan nonton bokep, belajar sana yang benar agar bisa bikin clone machine. Jadi perempuan nggak perlu exist lagi. Yes! Yes! YES!

Tapi balik lagi ya mbak-mbak. Sungguh sangat membingungkan. Kalau salah kita mau diajak ke hotel, gimana kalau nggak ngajak ke hotel? Yang kalau ketahuan mengajak berduaan apalagi (amit-amit) ke hotel langsung dianggap mempermalukan nama keluarga.

Him: Pah, saya minta maaf saya khilaf. 
Bapak [menggelegar]: APA KAMU TAHU APA KATA TETANGGA??
Ibu: [Sesengguk sedih]
Him: Pah, Bu. Bukan maksud saya seperti itu.
Bapak: JANGAN PANGGIL SAYA PAPA. KAMU BUKAN ANAK SAYA LAGI.
Ibu: Nak, kurang apa ibu mengajarimu? [suara tangisan pilu] Sekarang mana ada yang mau menikahimu lagi setelah mereka semua tahu kamu pelacur.
Him: [gemetar] Saya bukan pelacur! Kami saling mencintai!
Bapak: Makan itu cinta. Kamu sekarang hanya sampah. Sekarang pergi dari rumah saya!!
Ibu: [menangis makin keras] Pergi nak. Cukup sudah kamu mempermalukan kami….

Cocok? Cocok. Kalau mau dapat perempuan baik ya harus jadi pria baik juga dong. Lelaki macam apa belum-belum sudah minta kehormatan Wanita, belum-belum mencari kenikmatan. Nggak diajar apa sama orang tuanya? What a whore. Pelacur asusila banget nggak sih?

Apalagi yang sampai memaksakan diri ke wanita. Nggak ada harga diri gitu? Segitu nggak pedenya wanita akan mau sampai harus memaksakan diri? Ini ibarat pengamen memaksakan kita beli dagangan yang nggak seberapa. Gini ya, pisgor jualan mu itu lembek, berminyak, dan entah udah dicolek berapa orang. Dan elu memaksa gue menyantapnya. What is wrong with you? Elu kejedot dimana sih?

Orang-orang yang menertawakan, menggunjingkan, mereka pun harus dilihat sebagaimana adanya. Kemanusiaan itu dimulai saat kita sebagai masyarakat bersatu menolong salah satu dari kita yang kesusahan, yang bersedih. Semua suku di Indonesia memiliki tradisi dimana masyarakat sekitar datang membantu yang sedang berduka. Tapi kita sekarang malah bersatu menjatuhkan, mencaci dan menghakimi. Lagi-lagi, pada kejedot dimana sih?

Bukan korban kekerasan seksual yang memalukan, atau yang terciduk karena tindakan asusila. Yang memalukan adalah orang-orang yang dengan lancing berteriak dan tertawa disaat orang lain terduduk menangis. Mereka bahagia karena pasti auto surga disaat ada yang konon pasti masuk neraka, padahal setan yang menyeringai paling lebar saat menulis nama-nama mereka karena gagal dalam ujian dari Tuhan. 

Orang baik adalah orang yang membawa selimut untuk menghangatkan para korban ini, yang menghapus airmata mereka dan menjadikan dirinya sebagai tempat bersandar. Orang baik adalah orang yang melihat para korban sebagai manusia yang teraniaya, yang butuh dibantu. 

Orang baik adalah orang yang lantang melawan kezholiman, yang berteriak dan bertindak terhadap manusia murahan dan nista yang memaksakan dirinya terhadap seseorang. Yang berani menghardik mulut-mulut jahat agar diam.

Bukan salah kalian ya mbak-mbak. Mayarakat akan berpikir ini salah kita, karena lebih mudah menyalahkan seseorang daripada memperbaiki sesuatu. Lebih mudah menuduh 'moral bobrok' daripada memperbaiki apa yang salah sehingga seseorang bisa memaksakan diri ke orang lain tanpa dihukum, atau menyadari betapa bobrok dan kejamnya kita terhadap seseorang yang membutuhkan bantuan.

Peluk erat untuk kalian mbak-mbak dan mas-mas. You are worth it. Always.

Search This Blog