AdSense Page Ads

Tuesday, May 25, 2010

Kucing Hitam "Jahat mode" on... :p

Saya lagi jahat....
Gatal banget kalau ngeliat orang yang lagi pacaran, pengen ngegangguin rasanya!
Efek lama jomblo? mungkin....
Efek lagi PMS? LEBIH mungkin....
Rasanya saya pengen nyanyiiin lagu ini untuk semua org yg lagi in love di dunia ini.....


Dionne Warwick - I'll Never Fall in Love Again .mp3
Found at bee mp3 search engine


So for at least until tomorrow
I'll never fall in love again


Peace guys and girls... :D

Sunday, May 23, 2010

To lie, or not to Lie??

"Pokoknya, dalam hubungan bohong itu nomor satu! Jangan pernah tunjukin sisi asli mu, selalu tunjukkan sisi yang baik dan perhatian saja, paling nggak sampai kamu dapatkan cowok itu!" Heeeee?????

Kalimat diatas hanyalah sepenggal dari "briefing pagi" teman saya yang jengkel saya curhat susah banget cari teman (dan/atau pasangan). Reaksi saya awalnya cuma "Heeeee???" seperti diatas, tapi semakin saya mencoba menjelaskan pandangan saya semakin semangat teman saya menjelaskan. Duh, kok jadi aneh gini seh..?!

Sebenarnya bohong ga sepenuhnya buruk seh. Menurut saya memang ada beberapa hal yang (calon) pasangan ga perlu tahu, dan selama hal tersebut ga menganggu hubungan mereka, ga diketahui selamanya juga gpp sih harusnya. For instance: seorang cowok ga perlu tahu obsesi pacarnya terhadap high heels merah, kecuali kalau obsesinya tersebut bikin dia menyeret2 cowoknya keliling mall saat sale sepatu, no matter what he thinks or feel, atau kalau duit belanja jadi tekor karena dia belanja sepatu. Tapi apakah pasangan perlu tahu seluruh flirting-an saat SMA? Kyanya nggak kan. Atau buku yang dibeliin mantan? Selama ga ganggu hubungan, jelas ga usah dibilang. Kecuali ditanya hehehe…

Tapi kalau sampai "mengubah" citra diri? Teman saya suggest agar saya tampil sebagai wanita baik-baik manis dan penuh kelemahlembutan agar kaum adam tertarik (paling ga sebagai teman), instead of funky-sexy bohemian yang bikin mereka kabur. Hmm, bukannya ntar jadi masalah?? Saya jelas bakalan shock dan bete kalau (calon) pasangan ngakunya cowok baik-baik tapi ternyata jackass. Bukannya saya jackass lho, saya anak baik-baik kok, cuma sedikit "unik" :)
Back to the topic, logikanya kan kalau mereka ga mau terima kita apa adanya, trus gimana mau menjalin hubungan kedepan? Berapa banyak kata-kata klise itu terucap dari orang-orang yang saya kenal, "Duh, kalau tau begini aslinya aku ga akan hubungan sama dia!". Jadi yeah, menurut saya keterbukaan itu penting. And if I love you (and you love me) enough, I'm not gonna lie to you.

Nevertheless, point taken. Lain padang lain belalang, dan citra diri yang saya tampilkan mungkin memang kurang sesuai dengan culture masyarakat di tempat saya tinggal sekarang. Jadi… saya akan berusaha menjadi anak baik walaupun tetap sedikit "unik" . Hopefully saya bisa mendapatkan lebih banyak teman bila saya terlihat "jinak", but inside I'll still be my unique self :). I love who I am and wouldn't change it for the world!

Friday, May 21, 2010

Rahajeng Nyangra Rahinan Kuningan

Hari ini hari raya Kuningan, and it's time to celebrate! Oops…salah ya?
Ga (terlalu) salah juga sih, karena bagi Umat Hindu Bali Kuningan merupakan rangkaian terakhir dari upacara Galungan, yang intinya adalah kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan). Saya ga akan menjelaskan secara mendetail tentang apa sih sebenarnya (dan maknanya) Galungan dan Kuningan. (Pembaca yang berminat bisa membaca disini, they did a good job of explaining it!). Saya cuma ingin share apa sih arti hari raya ini buat saya :)

Satu kata mengenai hari raya ini: Bahagia! Saya bahagia bisa cuti panjang (3 hari berturut2 bo'! Plus weekend libur!), saya bahagia bisa mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, saya bahagia persembahannya masih within budget (ga berlebihan, tapi ga pelit juga, just right ;) ), dan yang jelas, saya bahagia bisa berkumpul bersama mama dan saudara-saudara saya saat membuat banten dan penjor. Karena kesibukan, kapan lagi bisa kumpul dan bercanda bersenda gurau dengan riang gembira (lebay mode on) kecuali saat hari raya? Rasanya jadi pengen nyanyi: " 'Tis is the time to be jolly, fa la la la…" (ini definitely salah lagu!)

Saya yakin banyak orang yang berpikir saya aneh, dan memang bagi beberapa teman saya hari raya menjadi suatu "momok": harus pulang kampung, keluar uang untuk beli banten, jatah cuti habis, etc etc etc… Kenyataannya juga, ga selalu setiap hari raya seindah yang saya ceritakan diatas. Kadang-kadang kalau Bhutakala (setan) yang sukses menggoda, jadinya bisa hari raya yang penuh tekanan dan bete ga karuan. Tapi saya tetap suka hari raya, apapun itu :) Dan rasanya puaaaaas banget kalau apapun yang terjadi kita berhasil melewati hari raya itu dengan senyuman sehari penuh, kyanya afdol banget deh!

Mungkin ini semua karena saya tidak dibesarkan di Bali, dan baru beberapa tahun ini pulang kembali ke Bali, jadi saya masih punya "romantic point of view" (atau tepatnya "tourist point of view") terhadap hal-hal seperti ini. Apa yang orang asli Bali anggap suatu hal yang biasa, buat saya masih "luar biasa". Sebelum di protes, saya ingin bilang saya justru berterimakasih pada Tuhan karena saya diberikan pola pikir seperti itu. Saya tahu kewajiban saya, dan saya bisa menjalaninya dengan penuh semangat.

Munafik dan sok baik? Ga juga. Saya masih banyak harus belajar soal hari raya- banten makna etc. - karena saat ini masih nyaris ga bisa apa-apa T.T. Saya juga sadar kalau kedepan pola pikir saya bisa berubah, dan saya bisa saja ga hepi lagi. Tapi, saya benar-benar berdoa Tuhan memberikan jalan dan keluarga yang baik, dimana saya akan bisa terus tersenyum gembira bersama orang yang saya sayang dan berkata "Ini kan hari raya!"

Rahajeng nyangra rahinan Kuningan :)

Search This Blog