AdSense Page Ads

Wednesday, September 12, 2018

Buzz Buzz Buzzer



Semakin dekat ke pemilu, semakin kencang suara para buzzer politik di timeline fesbuk saya. Berhubung banyak para buzzer yang #GantiPresiden sudah saya unfollow karena mainnya kasar saat pilkada Jakarta, jadilah kebanyakan di timeline saya tinggal #DuaPeriode.

Lega? Nggak. Sudah gatal rasanya ingin meng-unfollow biar nggak melihat yang beginian.

Jangan salah. Saya aktif dalam urusan politik atau menyuarakan kabar benar. Saya yakin grup alumni saya sudah ingin menendang saya saking seringnya saya mempertanyakan berita hoax yang di broadcast. Tapi kan itu kelihatan ada faedahnya. Nah buzzer faedahnya apa?

Ada teman yang bilang "Penting lho orang tahu prestasinya pak presiden!" Saya sih setuju ya. Biar gimana, Indonesia memang ada peningkatan. Tapi kalau memberitahunya dengan cara nyinyir atau dengan mentertawakan lawan, yang ada malah bikin musuh bukan?

Tambah lagi segala puja-puji yang bertebaran tidak mampu menjawab pertanyaan saya: kalau bukan beliau, lalu siapa? Ini pertanyaan valid baik bagi yang mau tetap atau yang mau ganti. Kan Pakde nggak bisa seumur hidup jadi presiden, dan 5 tahun itu singkat lho untuk mempersiapkan pengganti.

Jadi apa yang saya lakukan? Ya unfollow. Capek dengar nyinyiran dan joke yang menjatuhkan. Capek dengar puja-puji seolah Pakde nggak pernah salah. Takut membayangkan apa yang terjadi saat Pakde nggak ada lagi, karena semua seolah berfokus pada beliau.

Pakde adalah bukti bahwa pemimpin yang baik bisa membawa Indonesia maju. Pakde juga bukti bahwa Indonesia bisa maju. Kan yang kerja juga bawahannya, para menteri dan pejabat dan orang-orang kecil. Bisa lho ternyata kita bersatupadu membangun negeri, seperti yang diinginkan pahlawan dahulu.

Tapi gimana mau bersatupadu kalau kita saling serang dan saling menjatuhkan? Nggak jarang saya melihat teman yang biasanya santun jadi begitu garang dan kasar. Yang dijual pun saat ini masih berkutat antara presidenkini dan presidenganti. Ini sama sekali nggak menjual masa depan.

Amerika mengalami masa ini di pemilu 2015-2016, saat semua sibuk mengumbar kebencian terhadap satu sama lain. Yang menang adalah orang yang dipikir nggak bakal menang, si bapak Trump. Padahal yang kencang suaranya adalah orang-orang yang anti Trump, sampai sekarang lho.

Saat kita berbicara dengan sekencang-kencangnya, yang kita dengar hanya suara kita sendiri dan bukan suara orang lain. Tanpa kita sadari, orang yang memilih diam sebenarnya mayoritas dan belum tentu mereka sependapat dengan kita.

Kembali ke Trump, doi dianggap rasis, nggak berkelas, brengsek, pokoknya nggak banget. Nggak ada yang akan memilih dia. Tapi banyak yang memilih dia karena males lho mendengarkan cacian melulu dari lawannya. Banyak yang memilih dia karena merasa biar dia brengsek, program yang ditawarkan beneran bisa membantu rakyat Amerika.

Kita sudah melihat fenomena ini saat Pilkada Jakarta, bahwa suara 'orang waras' yang luar biasa kencangnya itu kalah akan suara bisik-bisik mayoritas yang konon nggak ngerti apa-apa. Sama seperti pemilih Trump, anda mungkin bilang mereka bodoh, mereka nggak berpendidikan dan sebagainya. Kenyataannya adalah, mereka merasa terpinggirkan dengan suara toa kencang anda.

Kita nggak perlu suara toa kencang, kita perlu rangkulan hangat dan kepedulian terhadap sesama. Jangan berjuang demi satu orang, baik mendukung atau menjatuhkan; berjuanglah demi Indonesia. Pikirkan apa yang Indonesia perlukan dengan langkah konkrit menuju itu, bukan cuma "Pasti Indonesia jadi hebat kalau Presidennya…"

Lain padang lain ilalang katanya, dan jelas pendekatan mesti berbeda untuk tiap tipe orang. Akan ada orang yang ndableg, akan ada orang yang troll/emang niat bikin marah. Tapi tetap lho, terus pegangan bahwa niat kita untuk Indonesia, bukan cuma sekedar "Tuh kan gue benerrrrr!!!"

Niat baik kan nggak kemana. Apalagi yang selain niat kita juga memikirkan bagaimana niat itu tercapai, nggak hanya asbun dan cuap-cuap lalala. Bisa ya kita pada beradab dikit? Please? FYI Trump yang tiap hari dicaci media kemungkinan bakal menang lagi lho 2020. So yeah, main cantik kalau nge-buzz.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog