AdSense Page Ads

Sunday, November 11, 2018

Sebut Nama Dong



Saya ingin lihat nama pelaku terduga pemerkosaan UGM disebut. Saya ingin namanya ditulis lengkap di semua media, berikut cerita hidupnya.

Adil dong. Korban pemerkosaan biasanya dikulik lengkap, mungkin sampai baju apa yang dia pakai dan kelakuannya. Kenapa pelaku nggak? Toh bukan anak dibawah umur.

Kalau korban berani melapor dan diganjar malu seumur hidup (plus trauma diperkosa), pelaku juga harus diumumkan dan diganjar malu seumur hidup. Kalau perlu bikin data base sex offender biar orang hati-hati sama bangsat ini.

Sama halnya dengan perselingkuhan, nama si pelakor dan identitas pribadinya yang disebar luas. Sis, gue mau tahu nama dan identitas laki loe. Biar gue tahu jangan jadi korban buaya ini. Biar dia tahu ada konsekuensinya mainin wanita.

Hidup kita wanita sengsara ya karena ini. Kita getol menyerang sesama wanita. Mungkin kita segitu nggak pedenya sama diri kita sendiri, atau segitu takutnya nggak disukai pria dan jadi nggak laku. 

Sis, loe pikir Tuhan tidur? Loe pikir Tuhan segitu rendahnya melihat wanita sehingga kita ga mampu ngapa-ngapain tanpa pria? Loe pikir Tuhan nggak ngasi kita kemampuan setara, bahwa kita bisa mandiri dan hebat?

Kesetaraan dimulai dari kita wanita yang harus peduli dan berani membela sesama wanita. Bukan cuma buat kita, tapi juga buat anak-anak kita dan generasi seterusnya.

Biar kita nggak disakiti, diperkosa, diperlakukan seperti barang tanpa ada konsekuensi dari pelaku. Biar kita punya hak yang sama untuk edukasi, peningkatan status sosial, hidup mandiri dan tenteram. 

Kalau ini bukan yang loe mau ya derita loe. Gue sih udahan ya dipaksa hidup di jaman kegelapan padahal sudah tahun  2018. Kita bukan barang, sis. Nilai kita lebih dari sekedar beranak sebagai sarana penghasil tenaga tani gratis.

Gue ga benci lelaki. Gue malah respek banget sama lelaki yang bertanggung jawab. Jadi kalau elu lelaki dan berpikir nama pelaku jangan disebut: Kenapa, Mas? Pernah juga 'khilaf' begitu? Karena berarti loe ga ngerasa penting mencegah ini terjadi lagi.

Apakah bisa salah sebut pelaku? Oh iya. Tapi jumlahnya nggak akan sebanyak pelaku yang beneran kesebut dan sebanyak sekian mangsa terselamatkan. Orang nggak akan berulah kalau tahu konsekuensinya berat. 

Kita memberi sanksi sosial pada pasangan kumpul kebo, hamil di luar nikah, pelakor, dan segala yang dianggap melanggar norma sosial agar tidak terus terjadi. Bisa dong kita menerapkan yang sama untuk pemerkosa, KDRT, tukang selingkuh, nggak menafkahi etc.

Eh, sebut nama dong.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog