A little bit of this, a little bit of that, and all the things the cat sees along her way
AdSense Page Ads
Sunday, July 13, 2014
Menanti Terbuktinya Kecurangan Jokowi
Thursday, July 10, 2014
Kucing Kampung Dan Momen Indonesia
Saturday, June 28, 2014
Saya Juga Punya Mimpi, Pak Martin
"I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character. I have a dream today!"
Saya juga punya mimpi, Pak Martin Luther King....
Saya punya mimpi bahwa bangsa Indonesia mau bersatu dan menghargai sesamanya, dan tidak ada lagi tunjuk-tunjukkan "Dia kan tidak seagama/sesuku/sealiran"
Saya punya mimpi bahwa bangsa Indonesia mau menghargai sejarah dan budayanya, dan tidak ada lagi penghancuran budaya asli Indonesia atas nama 'kemajuan' atau bahkan 'agama'
Saya punya mimpi bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakuan adil dan kesempatan yang sama, dan tidak ada lagi diskriminasi
Saya punya mimpi bahwa negara Indonesia bisa menjadi negara yang besar, yang diakui dunia dan bukan hanya menjadi sapi perahan negara maju
Saya punya mimpi bahwa warga negara Indonesia akan memiliki kebanggaan tak terperi akan Indonesia, dimana jalan-jalan ke Taman Nasional Bantimurung di Sulawesi terdengar lebih hebat dan membanggakan daripada ke Gardens by The Bay di Singapura
Saya punya mimpi bahwa anak cucu cicit dan keturunan saya bisa berkata dengan bangga: Saya orang Indonesia
Sayangnya mungkin mimpi saya masih agak lama terlaksana, Pak Martin. Melihat kebencian dan ketidaksukaan yang seperti mendarah daging diantara para pendukung capres Indonesia di 2014 ini saya jadi ragu akankah persatuan dapat terwujud dalam waktu dekat ini. Padahal siapapun presidennya, masyarakatnya yang harus maju; bukan begitu Pak Martin? Kalau memang para penduduk Indonesia sudah bertekad untuk maju, walaupun presiden terpilih ternyata kampretos (maafkan bahasa saya Pak Martin) tentunya Indonesia bisa tetap maju bukan? Sayangnya ini malah seperti saling mengacungkan parang dan siap berperang, dan bisa-bisa bila calonnya tidak terpilih mereka akan melakukan berbagai cara untuk menjegal atau mengutuk pemerintahan terpilih dan bukannya bekerja sama untuk maju seperti halnya publik Amerika dengan Obama. Menyedihkan ya Pak Martin?
Tapi saya tidak mau hilang harapan Pak Martin. Saya juga punya mimpi dan saya akan terus mengejar mimpi itu. Dan suatu hari Pak Martin, suatu hari nanti kami bangsa Indonesia akan bersatu dan mampu melihat satu sama lain sebagai 'Bangsa Indonesia'. Mungkin ini perlu waktu lama Pak Martin, karena Amerika Serikat saja sampai saat ini masih belum sampai ketahap itu walaupun sudah merdeka selama lebih dari 300 tahun. Tapi 48 tahun setelah Pak Martin mengumandangkan pidato "I Have A Dream" bapak yang terkenal, Amerika Serikat memiliki presiden kulit hitam pertama. Jadi masih ada harapan toh Pak Martin? Suatu hari nanti Pak Martin... Suatu hari nanti....
Monday, June 9, 2014
Saatnya Bersuara
Saya tidak suka menunjukkan afiliasi politik saya. Buat saya politik itu kotor dan sama saja, masuk bagus pun ujung-ujungnya brengsek. Dulu saya ngefans habis sama Budiman Soedjatmiko, keren dan revolusioner untuk negara ini pikir saya. Sampai sekarang saya belum lihat ada kontribusi berarti darinya untuk Indonesia dari segi pemerintahan, boro-boro revolusi bikin Indonesia bersih dan nyaman untuk ditinggali. Percuma toh gontok-gontokan sama teman kalau ternyata calon yang saya pilih ga ada gunanya? Itu lagi satu yang saya malas, debat berkepanjangan sama teman dan keluarga yang afiliasi politiknya beda dengan saya. Kalau ada gunanya sih yuk mari, biar Indonesia lebih baik; tapi biasanya cerita lama terulang: pemimpin yang korup dan ga becus plus warga negara yang ga pedulian. Percuma toh?
Tapi pilpres kali ini beda.
Di blog ini saya berani buka mulut dan menulis pendapat saya tentang berbagai hal yang menurut saya bisa mengubah dunia jadi lebih baik. Saya menulis tentang anti-bullying. Saya menulis tentang persamaan hak untuk semua orang. Saya menulis tentang respect/hormat untuk semua orang (termasuk PSK). Saya menulis tentang agama di Indonesia, berusaha menyadarkan orang-orang agar tidak saling membenci atas dasar agama. Saya tahu pendapat saya bertentangan dengan banyak teman saya, dan mereka bisa balik bodi karena tidak suka dengan pendapat saya. Buat saya ini adalah risiko yang sepadan, karena saya percaya isu yang saya kemukakan penting untuk kelangsungan dan keutuhan Indonesia, dan penting untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk calon anak cucu saya nanti. Maka dari itu, untuk pilpres kali ini saya memutuskan bersuara. Saya memutuskan mendeklarasikan pilihan saya.
Tag line nya: I stand on the right side. Apakah Jokowi-JK itu "the right side" saya tidak tahu. Tapi "harapan" buat saya akan selalu menjadi "the right side", dan itu yang ada di pihak Jokowi-JK. Harapan. Saya bukan memilih Jokowi-JK karena yakin mereka bisa mengubah dan membereskan Indonesia dan semua jadi super ok. Mereka cuma manusia, yang mana terikat koalisi partai dan masuk ke dalam sistem pemerintahan yang korup dan carut marut, dimana kepentingan seorang 'saya' lebih penting daripada kepentingan segenap 'bangsa'. Naif sekali bila berpikir mereka sendirian bisa membetulkan negara ini. Tapi mereka tidak sendirian. Para pendukung Jokowi-JK percaya pada mereka, percaya bahwa Indonesia bisa jadi lebih baik. Hampir semua komentar dan dukungan terhadap Jokowi-JK yang saya baca terasa tulus dan penuh harapan akan Indonesia yang lebih baik, dan saya yakin para pendukung ini akan terus mengawal dan mengusahakan Indonesia yang lebih baik. Saya tidak percaya Jokowi-JK, tapi saya percaya sepenuhnya pada rekan-rekan sebangsa dan setanah air. Saya percaya Indonesia.
Untuk pertama kalinya Indonesia bersuara lantang, walau mungkin sebatas di kota besar. Untuk pertama kalinya Indonesia tidak cuma diam dan cuek terhadap politik dan pemimpin negara. Untuk pertama kalinya Indonesia tersadar bahwa Indonesia bisa jadi lebih baik, dan berani memilih dan mengambil langkah ke arah itu. Ini 'harapan' yang saya maksud, ini 'harapan' yang saya perjuangkan. I stand on the right side, I stand on the side of Hope. Indonesia, saatnya bersuara!



